Sudah Dibantu Pemerintah, Masih Banyak MBR Sulit Beli Rumah Berikut Cuplikanya

Pemerintah mempunyai beberapa pola pembiayaan perumahan berbentuk subsidi pada penduduk berpendapatan rendah (MBR). Salah satunya Sarana Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Beda Bunga (SSB), serta Pertolongan Uang Muka (BUM).

Akan tetapi, walau banyak mengalirkan pertolongan subsidi perumahan semenjak program-program pembiayaan itu di luncurkan, ada banyak penduduk yang kesusahan memperoleh akses pembiayaan itu.

Baca Juga : Harga Galvalum Dan Seng Gelombang

“Walau juga masih tetap banyak pola pembiayaan perumahan yang di luncurkan, tetapi masih tetap ada sejumlah besar penduduk yang belum bisa terhubung pola pembiayaan itu,” kata Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti dalam acara Lokakarya di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Lana katakan, hal tersebut sampai saat ini masih tetap jadi pekerjaan rumah yang tidak kunjung usai. Lebih dengan angka backlog yang cukuplah tinggi, sampai 11,4 juta unit rumah.

“Kita masih tetap miliki tanggung jawab yang besar untuk pastikan jika penduduk itu hidup sejahtera serta tinggal di tempat tinggal serta lingkungan pemukiman yang sehat, aman, juga berkepanjangan,” katanya.

Mengenai penduduk yang masih tetap susah memperoleh akses pembiayaan ini katanya terutamanya yang termasuk juga kelompok pekerja informal. Pendapatannya yang tidak masih membuat mereka susah untuk menebus kriteria memperoleh akses pembiayaan itu.

“Terpenting yang kerja di bidang ekonomi yang informal, contohnya pedagang kaki lima, petani, nelayan, lalu pekerja rumah tangga, supir ojek, tukang bakso, selalu pekerja honorer seperti office boy dan lain-lain,” tuturnya.

Artikel Terkait : Harga Genteng

Karena itu sekarang ini pemerintah tengah meluncurkan satu pola pembiayaan baru buat MBR kelompok pekerja informal yang diberi nama pembiayaan mikro perumahan. Dalam pola ini, pekerja informal itu bisa dibantu pembiayaan optimal Rp 50 juta dengan waktu utang dibatasi 5 tahun untuk bangun rumah tumbuh, atau melakukan renovasi rumah tumbuh.

“Jadi ada 16 propinsi yang akan kita kerjakan di tahun ini, yakni di Sumut, Kepri, Jambi, Sumsel, Lampung, Bengkulu, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalsel, Gorontalo, Sulsel serta Sultra serta Maluku,” pungkas Lana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *