Inilah Hukuman Bagi Pengembang yang Bangun Rumah Subsidi Tak Layak Huni

Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membuat team pelajari yang akan memonitor kualitas rumah subsidi. Team ini di isi oleh perbankan, asosiasi, Pusat Pengendalian Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Cipta Karya, Balitbang untuk melalukan penelusuran.

Ketetapan pengawasan ini sendiri akan ditata dalam Ketentuan Menteri PUPR yang sekarang ini tengah diatur.

“Kita telah kerjakan pengaturan dengan asosiasi pengembang dari mulai awal saat mereka akan bangun perumahan sejahtera bersubsidi. Bagaimana design, rencana serta dokumen perizinannya,” kata Direktur Pelajari Pertolongan Pembiayaan Perumahan, Ditjen Pembiayaan Perumahan, Arvi Argyantoro dalam jumpa wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Baca Juga : Harga Paving Block / Conblock

Dengan berjalannya waktu, pemerintah pula tengah membuat revisi Ketetapan Menteri tentang kualitas serta standard bahan bangunan yang perlu dipakai.

“Sebab ada banyak tehnologi perumahan yang lebih advance kembali. Kita masukan beberapa bahan yang lebih advance. Karenanya untuk jamin kualitas. Sebab MBR pula ialah customer. Sesudah itu, Pemda dapat memberi pengakuan jika itu telah wajar manfaat, baru bank dapat akad pada customer,” katanya.

Artikel Terkait : Harga Kitchen Set Minimalis

Pemerintah sendiri sekarang ini tengah menghimpun rincian anggota pengembang yang terhimpun dalam asosiasi pengembang di semua Indonesia. Pemerintah pula sudah minta pada tiap-tiap asosiasi pengembang membina anggotanya. Bila pengembang didapati tidak mampu menunaikan kewajibannya dalam melakukan perbaikan kualitas bangunannya, jadi haknya dalam bangun rumah subsidi akan dicabut.

“Kelak, saat pengembang bangun perumahan serta ada aduan penduduk, kami akan meminta pengembang itu menindaklanjuti. Kalau pengembang itu tidak dapat penuhi kewajibannya, itu yang terkena sangsi. Peluang tidak dapat turut kembali dalam program perumahan subsidi untuk penduduk,” tukas Lana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *